15 comments on “Ketentuan Kontrak/PKWT ( UU No. 13 & Kepmenaker 100 Tahun 2004)

  1. saya kerja dan kontrak pertama 6 bulan
    kemudian kontrak ke 2,,,6 bulan lagi
    tapi kontrak ke 3 hanya 2 bulan
    karena perusahaan gk mau membiayai biaya persalinan saya
    apakah itu sah???

    • Ya. karena UMK berlaku untuk semua Pekerja. UU No.13 Tahun 2003 Pasal 88 ayat 1 : Setiap pekerja/buruh berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
      Sementara yang dimaksud Pekerja bisa dilihat di Pasal 1 ayat 3 UU No 13 Tahun 2003 menyatakan : Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain

  2. saya sangat tertarik deng rubrik semacam ini, ada yang saya tanyakan : apakah pkwt masih layak dipakai oleh perusahaan pada saat sekarang ,apakah ada peraturan dari pemerintah melarang pkwt terima kasih

  3. numpang tanya, saya PKWT dan saya sudah 2 kali perpanjangan kontrak.
    yg pertama 1 tahun, kedua 1tahun dan ketiga 1tahun..
    naah kan perpanjangan kontrak hanya bisa dilakukan sebanyak satu kali, apakah dikontrak ketiga saya seharusnya sudah menjadi karyawan tetap atau PKWTT ?

  4. Tanya: Saya pertama di PKWT di Sub-cont 2 X kontrak,kontrak 1 : 6 bulan ,kontrak 2 : 6 bulan sudah itu di In-house kan atau di kontrak sama tempat saya selama sub-cont lansung 2 tahun setelah itu kontrak lagi 1 tahun jadi total saya bekerja di satu tempat dengan pekerjaan yg sama selama 4 tahun ,,,,Apakah saya bisa langsung permanent???karena saya tidak ada di break 30 hari..mohon jawaban nya mas….

    • secara hukum (Pasal 59 UU No 13/2003 dan Kepmenaker 100 Tahun 2004), apabila ketentuan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu/Pekerja Kontrak tidak sesuai ketentuan tersebut, maka PKWT/Pekerja Kontrak secara hukum menjadi PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu)/Pekerja Tetap. Silahkan dilihat lebih lengkap di Pekerja Kontrak

  5. Saya mau bertanya,sy sudah bekerja disebuah resto 3thn dan masih berjalan,apakah ditahun ke 4 sy otomatis menjadi karyawan tetap sesuai peraturan yg ada,mohon pencerahannya

  6. pkwt di wajibkan mengundurkan diri karena status pernikahan dengan sesama pegawai (pkwt/pkwtt ) apakah berhak atas pesangon atau berhak atas hak-hak nya ?terima kasih

    • apakah ketetntuan itu tercantum di dalam PP atau PKB? sebab dari Aturan Ketenagakerjaan yang ada, tidak ada satu alasan pun yang mewajibkan pekerja mengundurkan diri karena status pernikahan/hubungan darah. bahkan hal ini dilarang.
      Akan tetapi kalau ini terjadi, berarti perusahaan tidak mau melanjutkan Surat Perjanjian Kontrak yang telah disepakati. apabila diberhentikan/ disuruh mengundurkan diri sebelum waktu kontrak berakhir, maka Perusahaan memiliki kewajiban membayar Sisa waktu kontrak sesuai waktu berakhirnya Perjanjian Kontrak.
      Misalnya Kontrak anda selama satu tahun, tetapi disuruh mengundurkan diri di saat kontrak berjalan di bulan ke delapan, berarti perusahaan harus membayar sisa 4 bulan sisa kontrak

    • Pekerja Kontrak dibatasi dengan waktu. maksimal masa kontrak + perpanjangan adalah 3 tahun. kalau melebihi 3 tahun, maka secara hukum sudah menjadi pegawai tetap, maka dia berhak atas pesangon ketika diberhentikan.
      Mohon maaf, sehubungan website kami dialihkan ke http://www.spsitasik.org, jadi respon terhadap komentar telat

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s